Sunan an-Nasai Hadits 526 - Penegasan Batas Waktu Isya
Sumpah Nu'man bin Basyir Tentang Batas Waktu Isya
Sunan an-Nasai : 526
Sunan an-NasaiNomor Hadis 526
أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ بَشِيرِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ النَّاسِ بِوَقْتِ هَذِهِ الصَّلَاةِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ الْآخِرَةِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهَا لِسُقُوطِ الْقَمَرِ لِثَالِثَةٍ
An Nu'man bin Basyir Diriwayatkan dari:
Demi Allah, Aku orang yang paling tahu tentang waktu shalat ini, yakni shalat Isya yang terakhir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat Isya saat tenggelamnya bulan pada sepertiga malam yang pertama.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menunda shalat Isya sampai sepertiga awal malam adalah hal yang pernah dicontohkan Nabi.
- Para sahabat menaruh perhatian besar terhadap detail waktu ibadah Rasulullah.
- Menggunakan sumpah diperbolehkan untuk menegaskan sebuah kebenaran syariat.
