Sunan an-Nasai Hadits 525 - Batas Mengakhirkan Shalat Isya
Patokan Waktu Shalat Isya Mengikuti Posisi Bulan
Sunan an-Nasai : 525
Sunan an-NasaiNomor Hadis 525
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ رَقَبَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ إِيَاسٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ أَنَا أَعْلَمُ النَّاسِ بِمِيقَاتِ هَذِهِ الصَّلَاةِ عِشَاءِ الْآخِرَةِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهَا لِسُقُوطِ الْقَمَرِ لِثَالِثَةٍ
An Nu'man bin Basyir Diriwayatkan dari:
Aku orang yang paling tahu tentang waktu shalat Isya yang terakhir ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat Isya saat tenggelamnya bulan pada sepertiga malam yang pertama.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Waktu shalat Isya membentang dan boleh dikerjakan hingga sepertiga malam pertama.
- Mengenali tanda-tanda alam merupakan salah satu cara mengetahui jadwal ibadah zaman dahulu.
- Agama Islam bersifat fleksibel dalam memberikan kelonggaran waktu shalat malam.
