Sunan an-Nasai Hadits 5311 - Adab Hakim Menahan Amarah
Hukum Mengambil Keputusan Saat Marah dalam Islam
Sunan an-Nasai : 5311
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5311
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ كَتَبَ أَبِي وَكَتَبْتُ لَهُ إِلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ وَهُوَ قَاضِي سِجِسْتَانَ أَنْ لَا تَحْكُمَ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَأَنْتَ غَضْبَانُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحْكُمْ أَحَدٌ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ
'Abdurrahman bin Abu Bukair Diriwayatkan dari:
[Bapakku] menulis surat -dan aku yang menuliskan untuknya- kepada Ubaidullah bin Abu Bakrah, seorang hakim di Sijistan. Yang isinya: janganlah kamu memutuskan antara dua orang sementara kamu dalam keadaan marah, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seseorang memberi putusan di antara dua orang sementara ia dalam keadaan marah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan mengambil keputusan hukum atau memutus perkara saat emosi sedang tidak stabil.
- Pentingnya menjaga ketenangan hati dan pikiran agar dapat bersikap objektif dan adil.
- Keadilan sulit ditegakkan jika seseorang dikuasai oleh amarah dan emosi sesaat.
