Sunan an-Nasai Hadits 5377 - Bahaya Hutang: Mengundang Dusta dan Ingkar Janji
Alasan Mengapa Rasulullah Sangat Menghindari Hutang
Sunan an-Nasai : 5377
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5377
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا بَقِيَّةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ سُلَيْمَانُ بْنُ سُلَيْمٍ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ عُرْوَةَ هُوَ ابْنُ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ التَّعَوُّذَ مِنْ الْمَغْرَمِ وَالْمَأْثَمِ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تُكْثِرُ التَّعَوُّذَ مِنْ الْمَغْرَمِ وَالْمَأْثَمِ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak minta perlindungan dari hutang yang tidak terbayar dan sebab yang menimbulkan dosa. Lalu dikatakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah, kenapa engkau memperbanyak minta perlindungan dari hutang yang tidak terbayar dan sebab yang menimbulkan dosa?" beliau menjawab: "Sebab jika seseorang berhutang, ia akan banyak berbicara lalu dusta, dan berjanji lalu mengingkari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Terlilit hutang dapat mendorong seseorang untuk mudah berbohong dan berbuat curang.
- Orang yang memiliki banyak hutang cenderung sering mengingkari janjinya saat ditagih.
- Sebaiknya kita menjauhi kebiasaan berhutang kecuali dalam kondisi yang benar-benar darurat.
