Sunan an-Nasai Hadits 5443 - Doa Lengkap Memohon Ketakwaan
Doa Komprehensif Memohon Kesucian dan Ketakwaan Jiwa
Sunan an-Nasai : 5443
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5443
أَخْبَرَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ ابْنِ فُضَيْلٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ كَانَ إِذَا قِيلَ لِزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ حَدِّثْنَا مَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا أُحَدِّثُكُمْ إِلَّا مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَنَا بِهِ وَيَأْمُرُنَا أَنْ نَقُولَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا تُسْتَجَابُ
Abdullah Ibnul Harits Diriwayatkan dari:
Jika dikatakan kepada [Zaid bin Arqam]: "Ceritakanlah kepada kami hadits yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam!." Maka ia berkata: "Aku tidak akan menceritakan kepada kalian kecuali sesuatu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ceritakan dan beliau memerintahkan kepada kami (untuk mengucapkan): "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL JUBNI WAL HARAMI WA 'ADZAABIL QABRI. ALLAHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA WA ZAKKIHAA ANTA KHAIRU MAN ZAKKAHAA ANTA WALIYYUHAA WA MAULAAHAA.ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN NAFSIN LAA TASYBA' WA MIN QALBIN LAA YAKHSYA' WA MIN 'ILMIN LAA YANFA' WA DA'WATIN LAA TUSTAJAABU (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat kikir, pengecut, pikun dan siksa kubur. Ya Allah, berilah ketakwaan kepada jiwaku, bersihkanlah ia karena Engkau adalah sebaik-baik yang membersihkannya. Engkau Pengatur dan Pemiliknya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, hati yang tidak khusyu', ilmu yang tidak bermanfaat dan doa yang tidak didengar)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sifat pemalas, pelit, dan pengecut adalah penghalang masuknya rezeki dan pahala kebaikan.
- Hanya Allah yang sanggup membersihkan jiwa kita dari penyakit hati, maka kita harus meminta kepada-Nya.
- Siksa kubur adalah nyata dan Nabi mengajarkan umatnya agar rutin berlindung darinya.
