Sunan an-Nasai Hadits 5647 - Hukum Pembuatan Nabidz di Guci
Boleh Menggunakan Guci Asalkan Minumnya Cepat
Sunan an-Nasai : 5647
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5647
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ وَلَيْسَ بِالنَّهْدِيِّ أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ أَرْسَلَتْ إِلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ تَسْأَلُهُ عَنْ نَبِيذِ الْجَرِّ فَحَدَّثَهَا عَنْ النَّضْرِ ابْنِهِ أَنَّهُ كَانَ يَنْبِذُ فِي جَرٍّ يُنْبَذُ غَدْوَةً وَيَشْرَبُهُ عَشِيَّةً
Abu 'Utsman Diriwayatkan dari:
Ummu Al Fadll mengirim utusan kepada [Anas bin Malik], menanyakan tentang perasan nabidz yang dibuat dalam guci dari tembikar. Maka Anas pun menceritakan kepadanya dari An Nadlr, puteranya, bahwasanya ia pernah membuat perasan nabidz pada guci tembikar, perasan itu dibuat pada pagi hari, lalu ia meminumnya pada sore hari.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Alat penyimpanan seperti guci dibolehkan asalkan cairan yang ada di dalamnya diteguk habis sesegera mungkin.
- Menggali ilmu dan merujuk pertanyaan rincian fikih kepada figur yang paling mengerti sejarah turunnya hukum.
- Parameter kemabukan suatu hidangan bertumpu pada lambannya durasi perendaman, bukan sekadar perabotan.
