Sunan an-Nasai Hadits 622 - Sejarah dan Asal Mula Syariat Adzan
Sejarah Asal Mula Adzan di Masa Rasulullah
Sunan an-Nasai : 622
Sunan an-NasaiNomor Hadis 622
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلَاةَ وَلَيْسَ يُنَادِي بِهَا أَحَدٌ فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضَهُمْ بَلْ قَرْنًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَوَلَا تَبْعَثُونَ رَجُلًا يُنَادِي بِالصَّلَاةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بِلَالُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلَاةِ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Ketika kaum muslim datang ke Madinah, mereka berkumpul lalu tiba waktu shalat dan tidak ada orang yang menyeru kepadanya.Ketika mereka berbincang-bincang tentang perkara tersebut, sebagian dari mereka berkata: 'Bunyikan loceng seperti locengnya orang Nasrani.' Sebagian lain berkata: 'Bunyikan terompet seperti terompetnya orang Yahudi.' Kemudian Umar Radliyallahu'anhu berkata: 'Mengapa kalian tidak menyuruh seseorang agar menyeru kepada shalat?' Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Wahai Bilal! Bangunlah dan serukan untuk shalat.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Panggilan shalat dalam Islam murni menggunakan suara manusia, bukan dengan alat musik seperti lonceng atau terompet.
- Musyawarah adalah cara yang sangat dianjurkan dalam memecahkan masalah bersama, sebagaimana dipraktikkan oleh para sahabat Nabi.
- Sahabat Umar bin Khattab memiliki pemikiran tajam yang sejalan dengan syariat, sementara Bilal bin Rabah mendapat kehormatan pertama kali untuk adzan.
