Sunan an-Nasai Hadits 742 - Aturan Pembatas Shalat (Sutrah)
Pentingnya Menggunakan Pembatas (Sutrah) Saat Shalat
Sunan an-Nasai : 742
Sunan an-NasaiNomor Hadis 742
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ قَائِمًا يُصَلِّي فَإِنَّهُ يَسْتُرُهُ إِذَا كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ بَيْنَ يَدَيْهِ مِثْلُ آخِرَةِ الرَّحْلِ فَإِنَّهُ يَقْطَعُ صَلَاتَهُ الْمَرْأَةُ وَالْحِمَارُ وَالْكَلْبُ الْأَسْوَدُ قُلْتُ مَا بَالُ الْأَسْوَدِ مِنْ الْأَصْفَرِ مِنْ الْأَحْمَرِ فَقَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ الْكَلْبُ الْأَسْوَدُ شَيْطَانٌ
Abu Dzar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian shalat, hendaknya dia membuat pembatas di hadapannya seperti kayu yang dijadikan sandaran di belakang pelana. Karena kalau tidak ada pembatasnya, shalatnya akan terputus apabila lewat di hadapannya seorang perempuan, keledai dan anjing hitam."Lalu aku bertanya kepada Abu Dzar: "Kenapa yang berwarna hitam, bagaimana dengan warna kuning atau merah?" Dia menjawab: "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang anda tanyakan kepadaku, dan Beliau menjawab: 'Anjing hitam adalah setan.'"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat disarankan untuk selalu meletakkan benda pembatas (sutrah) di hadapan tempat sujud saat kita shalat sendirian.
- Melintasnya anjing hitam, keledai, atau perempuan di hadapan orang shalat tanpa pembatas disebut dapat memutus fokus ibadah.
- Anjing hitam secara spesifik disebut memberikan gangguan yang sangat kuat bagi orang yang sedang beribadah.
