Sunan an-Nasai Hadits 751 - Shalat Malam Menghadap Istri
Hukum Menunaikan Shalat Menghadap Seseorang yang Tertidur
Sunan an-Nasai : 751
Sunan an-NasaiNomor Hadis 751
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ وَأَنَا رَاقِدَةٌ مُعْتَرِضَةٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ عَلَى فِرَاشِهِ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يُوتِرَ أَيْقَظَنِي فَأَوْتَرْتُ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Dulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat pada waktu malam, sedangkan aku sedang tidur terlentang di atas kasurnya di antara beliau dan kiblat, dan jika beliau hendak witir maka beliau membangunkanku hingga aku juga shalat witir.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat seseorang tetap dinilai sah walaupun dilakukan dengan menghadap langsung ke punggung orang yang sedang tidur.
- Sikap saling menghargai ibadah satu sama lain di mana istirahat tetap terjaga dan shalat malam pun terlaksana.
- Anjuran bagi suami untuk tidak melupakan istrinya dalam urusan pahala dengan membangunkannya melaksanakan witir bersama.
