Sunan an-Nasai Hadits 754 - Shalat di Atas Tikar dan Amalan Rutin
Anjuran Shalat Bersekat Tikar dan Nilai Konsistensi Amal Kebaikan
Sunan an-Nasai : 754
Sunan an-NasaiNomor Hadis 754
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَصِيرَةٌ يَبْسُطُهَا بِالنَّهَارِ وَيَحْتَجِرُهَا بِاللَّيْلِ فَيُصَلِّي فِيهَا فَفَطَنَ لَهُ النَّاسُ فَصَلَّوْا بِصَلَاتِهِ وَبَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ الْحَصِيرَةُ فَقَالَ اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ ثُمَّ تَرَكَ مُصَلَّاهُ ذَلِكَ فَمَا عَادَ لَهُ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَكَانَ إِذَا عَمِلَ عَمَلًا أَثْبَتَهُ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mempunyai sebuah tikar yang biasa beliau bentangkan pada siang hari dan beliau jadikan seperti kamar pada malam hari, lalu beliau shalat padanya.Kemudian para sahabatnya menyadari hal ini, maka mereka shalat dan diantara beliau dengan mereka ada tikar. Hingga beliau bersabda: 'Kerjakanlah amalan itu sesuai yang kalian mampu. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak pernah jenuh hingga kalian merasa jenuh. Sesungguhnya perbuatan yang paling disukai Allah Azza wa Jalla adalah yang berkesinambungan, walaupun sedikit'.Kemudian beliau meninggalkan tempat shalat tersebut dan tidak kembali lagi sampai Allah Azza wa Jalla mengambil nyawanya (wafat). Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika melakukan suatu perbuatan maka beliau melakukannya secara terus-menerus".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sah hukumnya memanfaatkan perabotan harian seperti tikar untuk alas shalat sekaligus menjadikannya sebagai pembatas ibadah.
- Dianjurkan menyesuaikan kemampuan diri masing-masing saat menjalankan ibadah sunnah supaya tidak mudah putus asa atau lelah.
- Kualitas amal ibadah yang sedikit namun dilakukan dengan rutinitas harian jauh lebih dihargai oleh Allah daripada amal besar yang hanya sesekali.
