Sunan an-Nasai Hadits 789 - Mengulang Takbir Imam
Hukum Mengeraskan Takbir Imam Agar Terdengar oleh Makmum (Muballigh)
Sunan an-Nasai : 789
Sunan an-NasaiNomor Hadis 789
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ فَضَالَةَ بْنِ إبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ الرُّوَاسِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ وَأَبُو بَكْرٍ خَلْفَهُ فَإِذَا كَبَّرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ أَبُو بَكْرٍ يُسْمِعُنَا
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Dhuhur bersama kami dan Abu Bakar berada di belakang beliau. Bila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertakbir, maka Abu Bakar ikut bertakbir untuk memperdengarkan (takbir Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) kepada kami.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dianjurkan bagi salah satu makmum (muballigh) untuk mengeraskan suara takbirnya jika suara imam dirasa kurang lantang terdengar oleh jamaah.
- Mengucapkan takbir yang nyaring untuk membantu kelancaran tata tertib shalat berjamaah tidak merusak keabsahan shalat orang tersebut.
- Kerja sama yang harmonis antara imam dan makmum perantara sangat diperlukan untuk menjaga kekhusyukan jalannya shalat berjamaah.
