Sunan an-Nasai Hadits 926 - Teguran Kasih Sayang Menjaga Hafalan Al-Qur'an
Janji Allah Menjaga Hafalan Al-Qur'an di Dada Rasulullah
Sunan an-Nasai : 926
Sunan an-NasaiNomor Hadis 926
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ { لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ } قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَالِجُ مِنْ التَّنْزِيلِ شِدَّةً وَكَانَ يُحَرِّكُ شَفَتَيْهِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ } قَالَ جَمْعَهُ فِي صَدْرِكَ ثُمَّ تَقْرَؤُهُ { فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ } قَالَ فَاسْتَمِعْ لَهُ وَأَنْصِتْ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ جِبْرِيلُ اسْتَمَعَ فَإِذَا انْطَلَقَ قَرَأَهُ كَمَا أَقْرَأَهُ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Musa bin Abu Aisyah] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] tentang Firman Allah Azza wa Jalla:"Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya." (Al Qiyamah: 16-17)la mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seringkali berusaha menguasai beban saat wahyu turun, dan beliau menggerakkan kedua bibirnya, lalu Allah Azza wa Jalla berfirman: "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya" (Al Qiyamah: 16-17). Ia berkata: "Allah mengumpulkan Al Qur'an di dalam dadamu."Kemudian ia membaca: "Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu." (Al Qiyamah: 18).Ia berkata: "Maka dengarkan dan diamlah, adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bila didatangi Jibril maka beliau mendengarkannya, dan bila Jibril pergi maka beliau membacanya sebagaimana yang dibacakan (diajarkan Jibril) kepadanya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keinginan keras dan semangat tanggung jawab Nabi Muhammad dalam mempertahankan ingatan terhadap setiap huruf wahyu.
- Ketetapan jaminan dari Allah bahwa kemurnian dan ingatan teks Al-Qur'an akan selalu dipelihara dalam dada umat Islam.
- Tuntunan adab ketika ayat Al-Qur'an sedang dibacakan adalah dengan memilih diam dan menyimaknya secara tenang.
