Sunan an-Nasai Hadits 971 - Meniru Kesempurnaan Shalat Nabi
Keseimbangan Shalat: Ruku dan Sujud yang Sempurna Tanpa Berlebihan
Sunan an-Nasai : 971
Sunan an-NasaiNomor Hadis 971
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا الْعَطَّافُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَقَالَ صَلَّيْتُمْ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ يَا جَارِيَةُ هَلُمِّي لِي وَضُوءًا مَا صَلَّيْتُ وَرَاءَ إِمَامٍ أَشْبَهَ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِمَامِكُمْ هَذَا قَالَ زَيْدٌ وَكَانَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ وَيُخَفِّفُ الْقِيَامَ وَالْقُعُودَ
Zaid bin Aslam Diriwayatkan dari:
Kami menemui [Anas bin Malik] lalu dia berkata: 'Apakah kalian sudah shalat?' Kami menjawab: 'Sudah.' la berkata: 'Wahai Jariyah (budak perempuan), ambilkan air wudhu untukku.' Aku belum pernah shalat di belakang imam yang lebih mirip dengan shalatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dari imam kalian ini.'" Zaid berkata: "Bila Umar bin Abdul Aziz shalat, maka ia menyempurnakan ruku' dan sujudnya, serta tidak memperlama berdiri dan duduknya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kesempurnaan shalat sangat dipengaruhi oleh ketenangan (tuma'ninah) saat melakukan ruku dan sujud.
- Shalat yang menyerupai cara Nabi adalah shalat yang proporsional, tidak terburu-buru namun juga tidak memberatkan makmum.
- Memuji dan mencontoh tokoh atau imam yang kualitas shalatnya baik adalah tindakan yang terpuji.
