Sunan Abu Daud Hadits 144 - Wudhu dan Praktik Memercikkan Air
Sunnah Memercikkan Air Setelah Wudhu untuk Menjaga Kesucian
Sunan Abu Daud : 144
Sunan Abu DaudNomor Hadis 144
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ الْحَكَمِ أَوْ ابْنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَنَضَحَ فَرْجَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Al-Muhajir] telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Manshur] dari [Mujahid] dari [Al Hakam] atau Ibnu Al Hakam dari [Ayahnya] bahwasanyaRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam buang air kecil, kemudian beliau berwudlu dan memercikkan air kepada kemaluannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Memercikkan air ke area kemaluan adalah amalan sunnah yang mengiringi proses wudhu setelah buang air kecil.
- Menjaga wudhu agar tetap sah dan sempurna membutuhkan sedikit perhatian tambahan pada area kebersihan pakaian dalam.
- Umat Islam dilarang untuk berlebihan dalam memikirkan najis, cukup dengan melakukan langkah pencegahan yang diajarkan Nabi.
