Sunan Abu Daud Hadits 1484 - Bekas Minyak Wangi Saat Berihram
Kebolehan Adanya Bekas Minyak Wangi Saat Memasuki Keadaan Ihram
Sunan Abu Daud : 1484
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1484
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّا عَنْ الْحَسَنِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى وَبِيصِ الْمِسْكِ فِي مَفْرِقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Seolah-olah aku melihat kilatan minyak wangi pada belahan rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sementara beliau dalam keadaan berihram.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bekas minyak wangi yang dipakai sebelum niat ihram tidak merusak sahnya ibadah haji.
- Sisa kilatan wewangian di badan atau rambut yang terlihat saat sedang ihram diperbolehkan.
- Islam memberikan kelonggaran dengan tidak mempermasalahkan efek aroma yang tertinggal dari persiapan tubuh.
