Sunan Abu Daud Hadits 182 - Batas Bermesraan Suami Istri Saat Haid
Batasan Bermesraan dengan Istri yang Sedang Haid
Sunan Abu Daud : 182
Sunan Abu DaudNomor Hadis 182
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بَكَّارٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ الْحَارِثِ عَنْ حَرَامِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَحِلُّ لِي مِنْ امْرَأَتِي وَهِيَ حَائِضٌ قَالَ لَكَ مَا فَوْقَ الْإِزَارِ وَذَكَرَ مُؤَاكَلَةَ الْحَائِضِ أَيْضًا وَسَاقَ الْحَدِيثَ
Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Muhammad bin Bakkar] telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Al Haitsam bin Humaid] telah menceritakan kepada kami Al 'Ala` bin Al Harits dari [Haram bin Hakim] dari [Pamannya] bahwasanyaDia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang apa saja yang halal dilakukan olehku terhadap istriku yang sedang haidl? Beliau menjawab: "Boleh apa saja yang di atas kain (selain jimak)." Dan dia (perawi) juga menyebutkan tentang perihal makan dengan wanita yang sedang haidl, dan dia sebutkan haditsnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Suami tetap diizinkan bermesraan dengan istri yang haid asalkan benar-benar menghindari area kemaluan.
- Makan bersama istri yang sedang datang bulan sangat diperbolehkan dan tidak dilarang sama sekali.
- Islam menghapus anggapan masa lalu bahwa wanita haid itu kotor dan harus dijauhi atau dikucilkan dari pergaulan.
