Sunan Abu Daud Hadits 2 - Menutup Diri Saat Buang Hajat
Pentingnya Menutup Diri dan Bersembunyi Saat Buang Hajat
Sunan Abu Daud : 2
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2
حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ الْبَرَازَ انْطَلَقَ حَتَّى لَا يَرَاهُ أَحَدٌ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila hendak buang hajat, maka beliau pergi hingga tidak ada seorang pun yang melihatnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi selalu memastikan dirinya tidak terlihat oleh siapa pun saat buang air.
- Menyembunyikan diri saat buang hajat adalah bentuk rasa malu yang terpuji.
- Seorang muslim harus berusaha maksimal agar auratnya tidak terbuka di depan umum.
