Sunan Abu Daud Hadits 229 - Mengqadha Shalat Haid
Apakah Wanita Haid Wajib Mengqadha Shalat yang Ditinggalkan?
Sunan Abu Daud : 229
Sunan Abu DaudNomor Hadis 229
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ مُعَاذَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ أَتَقْضِي الْحَائِضُ الصَّلَاةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ لَقَدْ كُنَّا نَحِيضُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا نَقْضِي وَلَا نُؤْمَرُ بِالْقَضَاءِ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَمْرٍو أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ ابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ عَنْ عَائِشَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَزَادَ فِيهِ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ
Mu'adzah Diriwayatkan dari:
Ada seorang wanita bertanya kepada [Aisyah]: Apakah wanita yang haidl harus mengqadla` shalat? Aisyah berkata: Apakah kamu orang Haruriah? kami biasa haidl pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu kami tidak mengqadla` (shalat) dan tidak pula diperintahkan untuk mengqadla`nya.Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Amru telah mengabarkan kepada kami [Sufyan bin Abdul Malik] dari Ibnu Al Mubarak dari [Ma'mar] dari [Ayyub] dari Mu'adzah Al Adawiyyah dari [Aisyah] dengan hadits ini. Abu Dawud berkata: Dan dia menambahkan padanya: Kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Agama melarang keras kelompok ekstrem yang membuat aturan ibadah sendiri yang menyusahkan wanita.
- Islam memberikan keringanan mutlak dengan membebaskan wanita dari kewajiban mengganti shalat yang tertinggal karena haid.
- Kewajiban mengqadha atau mengganti ibadah pada masa haid hanya berlaku khusus untuk ibadah puasa.
