Sunan Abu Daud Hadits 2308 - Pengampunan dan Kejujuran Nabi Saat Fathu Makkah

Kisah Baiat Ibnu Abu Sarh dan Larangan Sifat Khianat bagi Nabi

Sunan Abu DaudNomor Hadis 2308

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ زَعَمَ السُّدِّيُّ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ سَعْدٍ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ أَمَّنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ إِلَّا أَرْبَعَةَ نَفَرٍ وَامْرَأَتَيْنِ وَسَمَّاهُمْ وَابْنُ أَبِي سَرْحٍ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ وَأَمَّا ابْنُ أَبِي سَرْحٍ فَإِنَّهُ اخْتَبَأَ عِنْدَ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ فَلَمَّا دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ إِلَى الْبَيْعَةِ جَاءَ بِهِ حَتَّى أَوْقَفَهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ بَايِعْ عَبْدَ اللَّهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ثَلَاثًا كُلُّ ذَلِكَ يَأْبَى فَبَايَعَهُ بَعْدَ ثَلَاثٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ أَمَا كَانَ فِيكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ يَقُومُ إِلَى هَذَا حَيْثُ رَآنِي كَفَفْتُ يَدِي عَنْ بَيْعَتِهِ فَيَقْتُلُهُ فَقَالُوا مَا نَدْرِي يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا فِي نَفْسِكَ أَلَا أَوْمَأْتَ إِلَيْنَا بِعَيْنِكَ قَالَ إِنَّهُ لَا يَنْبَغِي لِنَبِيٍّ أَنْ تَكُونَ لَهُ خَائِنَةُ الْأَعْيُنِ قَالَ أَبُو دَاوُد كَانَ عَبْدُ اللَّهِ أَخَا عُثْمَانَ مِنْ الرِّضَاعَةِ وَكَانَ الْوَلِيدُ بْنُ عُقْبَةَ أَخَا عُثْمَانَ لِأُمِّهِ وَضَرَبَهُ عُثْمَانُ الْحَدَّ إِذْ شَرِبَ الْخَمْرَ

Sa'id Diriwayatkan dari:

Tatkala terjadi penaklukan Mekkah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan keamanan kepada semua orang kecuali empat orang laki-laki dan dua orang wanita, dan beliau menyebutkan mereka, serta Ibnu Abu Sarh. Kemudian Sa'id menyebutkan hadits tersebut, ia berkata: Adapun Ibnu Abu Sarh, ia bersembunyi di rumah Utsman bin Affan, kemudian tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyeru untuk berbai'at, Utsman membawanya ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Nabi Allah, bai'atlah Abdullah."Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan melihat kepadanya tiga kali, setiap melakukan hal tersebut beliau enggan untuk membai'atnya. Kemudian setelah tiga kali beliau membai'atnya lalu beliau menghadap kepada para sahabatnya dan berkata: "Bukankah diantara kalian ada orang yang berakal dimana ia melihat aku menahan diri dari membai'atnya, agar berdiri dan membunuhnya?"Mereka berkata: "Kami tidak mengetahui wahai Rasulullah, apa yang ada di dalam hati anda. Kenapa anda tidak memberi isyarat kepada kami dengan mata anda?" Beliau berkata: "Sesungguhnya tidak selayaknya seorang nabi memiliki mata khianat."Abu Daud berkata: Abdullah adalah saudara Utsman sepersusuan. Al Walid bin 'Uqbah adalah saudara Utsman seibu, dan Utsman telah mencambuknya tatkala ia meminum arak.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Pemimpin yang adil berhak memberikan pengecualian pengampunan bagi individu tertentu yang rekam jejaknya membahayakan masyarakat.
  • Seorang nabi dan rasul memiliki sifat yang sangat mulia dan jujur, sehingga diharamkan memiliki niat tersembunyi atau tipu daya seperti isyarat mata yang menipu.
  • Bantuan dari kerabat yang baik seperti Utsman bin Affan bisa menjadi jalan keselamatan dan taubat bagi seseorang yang bersalah.
  • Tindakan para sahabat harus didasarkan pada kejelasan hukum dan perintah terbuka, bukan sekadar menebak isyarat yang bisa disalahartikan.

Hadits-hadits terkait

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami