Sunan Abu Daud Hadits 2310 - Eksekusi Ibnu Khathal Saat Fathu Makkah
Ketegasan Hukuman bagi Ibnu Khathal Meski Berlindung di Ka'bah
Sunan Abu Daud : 2310
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2310
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ وَعَلَى رَأْسِهِ الْمِغْفَرُ فَلَمَّا نَزَعَهُ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ ابْنُ خَطَلٍ مُتَعَلِّقٌ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ فَقَالَ اقْتُلُوهُ قَالَ أَبُو دَاوُد ابْنُ خَطَلٍ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ وَكَانَ أَبُو بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيُّ قَتَلَهُ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki Mekkah pada saat penaklukan Mekkah, dan beliau memakai penutup kepala. Kemudian tatkala beliau melepasnya terdapat seorang laki-laki yang datang kepada beliau dan berkata: Ibnu Khathal bergantungan pada tabir Ka'bah. Lalu beliau berkata: "Bunuhlah dia!"Abu Daud berkata: Ibnu Khathal namanya adalah Abdullah, dan Abu Barzah Al Aslami adalah yang membunuhnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penggunaan perlengkapan militer seperti mighfar oleh seorang pemimpin diperbolehkan saat memasuki wilayah yang baru ditaklukkan demi alasan keamanan.
- Pelaku kejahatan yang sangat berat tidak serta merta mendapatkan suaka atau perlindungan hukum meskipun ia bersembunyi di dalam Masjidil Haram.
- Ketegasan seorang pemimpin sangat diperlukan dalam menegakkan keadilan dan hukum, terutama terhadap para pengkhianat dan musuh utama umat.
