Sunan Abu Daud Hadits 2470 - Hukum Hewan Buruan yang Hilang

Hukum Memakan Hewan Buruan yang Sempat Hilang

Sunan Abu DaudNomor Hadis 2470

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُعَاذِ بْنِ خُلَيْفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدُنَا يَرْمِي الصَّيْدَ فَيَقْتَفِي أَثَرَهُ الْيَوْمَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ ثُمَّ يَجِدُهُ مَيِّتًا وَفِيهِ سَهْمُهُ أَيَأْكُلُ قَالَ نَعَمْ إِنْ شَاءَ أَوْ قَالَ يَأْكُلُ إِنْ شَاءَ

'Adi bin Hatim Diriwayatkan dari:

"Wahai Rasulullah, salah seorang diantara kami memanah hewan buruan, kemudian ia mengikuti jejaknya selama dua dan tiga hari, kemudian ia mendapatinya telah mati dan padanya terdapat anak panahnya, apakah ia boleh memakannya?" Beliau berkata: "Ya, apabila ia menghendaki." Atau beliau berkata: "Ia boleh memakannya apabila ia menghendaki."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Hewan buruan yang mati terkena anak panah pemburu halal dimakan meskipun baru ditemukan beberapa hari kemudian.
  • Syarat utamanya adalah adanya tanda bukti berupa anak panah sendiri yang memastikan hewan itu mati akibat panahan, bukan sebab lain.
  • Islam memberikan kelonggaran dan kemudahan bagi umatnya dalam mengelola dan mengonsumsi hasil buruan yang sempat hilang jejaknya.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami