Sunan Abu Daud Hadits 253 - Keringanan Menjamak Shalat Bila Terasa Berat
Pemberian Keringanan Jamak Shalat Karena Rasa Lelah
Sunan Abu Daud : 253
Sunan Abu DaudNomor Hadis 253
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ سَهْلَةَ بِنْتَ سُهَيْلٍ اسْتُحِيضَتْ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَغْتَسِلَ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ فَلَمَّا جَهَدَهَا ذَلِكَ أَمَرَهَا أَنْ تَجْمَعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِغُسْلٍ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِغُسْلٍ وَتَغْتَسِلَ لِلصُّبْحِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ امْرَأَةً اسْتُحِيضَتْ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهَا بِمَعْنَاهُ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Sahlah binti Suhail mengeluarkan darah penyakit, lalu dia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau memerintahkannya untuk mandi pada setiap kali shalat. Tatkala hal itu dirasa berat baginya, beliau memerintahkannya untuk menjamak antara shalat Dhuhur dengan Ashar dan antara shalat Maghrib dan shalat Isya dengan satu kali mandi, dan satu kali mandi untuk shalat Shubuh.Abu Dawud berkata: Dan diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah dari Abdurrahman bin Al Qasim dari [Ayahnya] bahwasanya ada seorang wanita yang mengeluarkan darah penyakit, kemudian dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau memerintahkannya. Dengan lafadh semakna dengan hadits di atas.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kesulitan yang dihadapi sewaktu melaksanakan tuntunan syariat dapat dikonsultasikan agar mendapat keringanan.
- Hukum fikih di dalam Islam bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai dengan tingkat kesanggupan badan penderitanya.
- Solusi menjamak shalat adalah langkah yang disukai Nabi guna meminimalisir rasa lelah pada penderita sakit parah.
