Sunan Abu Daud Hadits 2555 - Kehalalan Gaji Petugas Zakat
Hukum Menerima Upah sebagai Petugas Amil Zakat
Sunan Abu Daud : 2555
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2555
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ السَّاعِدِيِّ قَالَ اسْتَعْمَلَنِي عُمَرُ عَلَى الصَّدَقَةِ فَلَمَّا فَرَغْتُ أَمَرَ لِي بِعُمَالَةٍ فَقُلْتُ إِنَّمَا عَمِلْتُ لِلَّهِ قَالَ خُذْ مَا أُعْطِيتَ فَإِنِّي قَدْ عَمِلْتُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَمَّلَنِي
Ibnu As Sa'idi Diriwayatkan dari:
Umar memberi saya jabatan untuk mengurusi zakat, lalu tatkala saya telah selesai mengurusinya, ia memerintahkan agar saya diberi uang, maka saya katakan: 'Sesungguhnya saya bekerja hanya untuk Allah.' Ia berkata: 'Ambillah apa yang telah diberikan kepadamu, karena sesungguhnya saya telah bekerja pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau memberiku uang.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Petugas yang bekerja untuk kepentingan negara, seperti amil zakat, berhak untuk mendapatkan upah gaji yang halal dari pekerjaannya.
- Menerima uang gaji atas pekerjaan pelayanan umat tidak merusak pahala asalkan niat awal dalam hatinya benar karena Allah.
- Umat Islam diajarkan untuk selalu mengikuti sunnah Rasulullah dan praktik para sahabat dalam tata kelola urusan administrasi pemerintahan.
