Sunan Abu Daud Hadits 256 - Perintah Mandi dan Wudhu bagi Mustahadhah
Nasihat Nabi Kepada Fathimah binti Abu Hubaisy Tentang Wudhu
Sunan Abu Daud : 256
Sunan Abu DaudNomor Hadis 256
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ خَبَرَهَا وَقَالَ ثُمَّ اغْتَسِلِي ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ وَصَلِّي
Aisyah Diriwayatkan dari:
Fathimah binti Abu Hubaisy datang menghadap Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia mengutarakan permasalahannya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kemudian mandilah, lalu berwudlulah untuk setiap shalat dan kerjakanlah shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bertanya kepada orang berilmu tentang hal yang memalukan seperti masalah siklus darah diperbolehkan demi kelancaran beragama.
- Wudhu darurat yang dikerjakan penderita penyakit keluar darah hanya memiliki masa laku untuk satu waktu ibadah fardhu.
- Tertib bersuci harus diamalkan dengan mendahulukan pembersihan hadas besar lalu berfokus pada penyucian hadas kecil.
