Sunan Abu Daud Hadits 2604 - Mahar Berupa Kemerdekaan
Kemerdekaan Shafiyyah Sebagai Mahar Pernikahan Nabi
Sunan Abu Daud : 2604
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2604
حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ ح و حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمَعْنَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ جُمِعَ السَّبْيُ يَعْنِي بِخَيْبَرَ فَجَاءَ دِحْيَةُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْطِنِي جَارِيَةً مِنْ السَّبْيِ قَالَ اذْهَبْ فَخُذْ جَارِيَةً فَأَخَذَ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَعْطَيْتَ دِحْيَةَ قَالَ يَعْقُوبُ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ سَيِّدَةَ قُرَيْظَةَ وَالنَّضِيرِ ثُمَّ اتَّفَقَا مَا تَصْلُحُ إِلَّا لَكَ قَالَ ادْعُوهُ بِهَا فَلَمَّا نَظَرَ إِلَيْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ خُذْ جَارِيَةً مِنْ السَّبْيِ غَيْرَهَا وَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا
Anas Diriwayatkan dari:
Para tawanan telah dikumpulkan di Khaibar, kemudian Dihyah datang dan berkata: "Wahai Rasulullah, berikan kepadaku seorang budak wanita dari tawanan tersebut." Beliau berkata: "Pergi dan ambillah seorang budak wanita." Kemudian ia mengambil Shafiyyah binti Huyai. Lalu terdapat seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Nabi Allah, anda telah memberi Dihyah" -Ya'qub mengatakan: "Shafiyyah binti Huyai seorang wanita pemimpin Quraizhah, dan Nadhir."- kemudian mereka berdua sama lafazhnya: "tidaklah ia layak kecuali untukmu."Beliau berkata: "Panggilkan dia dengan membawanya!" kemudian tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kepada Shafiyyah beliau berkata: "Ambillah budak dari tawanan tersebut selainnya!" Dan sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membebaskan Shafiyyah dan menikahinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Saling memberi saran kepada pemimpin (check and balance) dianjurkan agar keputusan tidak salah arah atau menjatuhkan harkat orang lain.
- Hukum syariat merestui kemerdekaan tawanan yang dilepaskan diangkat sebagai mahar pernikahan yang sah secara mutlak.
- Nabi Muhammad mengangkat derajat kaum yang ditawan dengan memuliakan tokohnya tanpa niat untuk merendahkan.
