Sunan Abu Daud Hadits 2873 - Cara Mengganti Nazar yang Tidak Sanggup Dilakukan
Cara Mengganti Nazar Haji Berjalan Kaki yang Tidak Sanggup Dilakukan
Sunan Abu Daud : 2873
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2873
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَفْصِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ السُّلَمِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ طَهْمَانَ عَنْ مَطَرٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ مَاشِيَةً وَأَنَّهَا لَا تُطِيقُ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ مَشْيِ أُخْتِكَ فَلْتَرْكَبْ وَلْتُهْدِ بَدَنَةً
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Saudari 'Uqbah bin 'Amir telah bernadzar untuk berhaji dengan berjalan kaki, dan ia tidak mampu melakukan hal tersebut. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Sesungguhnya Allah tidak butuh kepada jalannya saudarimu, hendaknya ia berkendaraan dan menyembelih kurban."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jika seseorang tidak mampu melaksanakan nazarnya secara fisik, maka ia tidak diwajibkan untuk memaksakan diri.
- Orang yang gagal melaksanakan nazar haji dengan jalan kaki diwajibkan untuk menggantinya dengan menyembelih kurban sebagai tebusan.
- Keringanan (rukhsah) diberikan oleh syariat agar ibadah bisa berjalan dengan nyaman tanpa mengancam keselamatan jiwa.
