Sunan Abu Daud Hadits 3215 - Wadah Pembuatan Perasan Minuman Nabi
Cara Membuat Minuman Perasan (Nabidz) ala Rasulullah
Sunan Abu Daud : 3215
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3215
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ يُنْبَذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سِقَاءٍ فَإِذَا لَمْ يَجِدُوا سِقَاءً نُبِذَ لَهُ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dibuatkan perasan (arak) dalam bejana tempat minum, jika mereka tidak mendapatkan bejana untuk minum maka beliau dibuatkan perasan dalam bejana dari batu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membuat minuman rendaman atau perasan buah (nabidz) diperbolehkan selama tidak dibiarkan lama hingga memabukkan.
- Boleh menggunakan wadah berbahan batu sebagai tempat membuat minuman perasan bila tidak ada wadah kulit.
- Pelajaran tentang kesederhanaan gaya hidup Rasulullah dalam memilih alat minum sehari-hari.
