Sunan Abu Daud Hadits 3258 - Kewajiban Menjamu Tamu yang Menginap
Hak Tamu Mendapatkan Penginapan Sebagai Sebuah Kewajiban
Sunan Abu Daud : 3258
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3258
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَخَلَفُ بْنُ هِشَامٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ أَبِي كَرِيمَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةُ الضَّيْفِ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَصْبَحَ بِفِنَائِهِ فَهُوَ عَلَيْهِ دَيْنٌ إِنْ شَاءَ اقْتَضَى وَإِنْ شَاءَ تَرَكَ
Abu Karimah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Malam bertamu adalah kewajiban atas setiap Muslim (untuk memuliakannya), maka barangsiapa di waktu pagi ia (tamu) berada di halaman rumahnya, maka itu adalah hutang: jika mau ia boleh menjamu dan jika tidak maka ia boleh membiarkannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menyediakan tempat istirahat semalam bagi musafir adalah tanggung jawab setiap muslim.
- Tuan rumah memiliki hutang pelayanan jika ada tamu yang terabaikan di halaman rumahnya.
- Seorang tamu berhak menuntut hak jamuannya, namun ia juga dipersilakan untuk merelakannya.
