Sunan Abu Daud Hadits 3813 - Kasus Pencurian Perisai di Area Shalat
Pencurian Perisai di Serambi Tempat Ibadah
Sunan Abu Daud : 3813
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3813
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ أَنَّ نَافِعًا مَوْلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُمْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطَعَ يَدَ رَجُلٍ سَرَقَ تُرْسًا مِنْ صُفَّةِ النِّسَاءِ ثَمَنُهُ ثَلَاثَةُ دَرَاهِمَ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memotong tangan seorang laki-laki yang mencuri tameng (dari tempat shalatnya wanita) senilai tiga dirham.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kejahatan bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk di dalam wilayah rumah ibadah atau masjid.
- Hukuman potong tangan secara tegas dikaitkan dengan angka nilai uang, seperti batasan tiga dirham.
- Pelanggar hukum wajib menerima sanksi yang adil meski mereka melakukannya di tempat umum.
