Sunan Abu Daud Hadits 3889 - Tanggung Jawab Diyat Peminum Khamr
Pendapat Ali bin Abi Thalib Soal Diyat Peminum Khamr
Sunan Abu Daud : 3889
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3889
حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى الْفَزَارِيُّ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ أَبِي حُصَيْنٍ عَنْ عُمَيْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَا أَدِي أَوْ مَا كُنْتُ لِأَدِيَ مَنْ أَقَمْتُ عَلَيْهِ حَدًّا إِلَّا شَارِبَ الْخَمْرِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَسُنَّ فِيهِ شَيْئًا إِنَّمَا هُوَ شَيْءٌ قُلْنَاهُ نَحْنُ
Ali Diriwayatkan dari:
Aku tidak akan membayar diyat kepada orang yang aku hukum had kecuali pada peminum khamr, sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberi contoh dalam hal itu sesuatu pun. Tetapi itu hanyalah (suatu) perkataan kami.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penentuan hukum pidana yang tidak secara spesifik dituangkan dalam dalil teks harus dilaksanakan dengan tingkat kehati-hatian ganda agar tidak berujung kezaliman.
- Setiap kecelakaan hingga wafat yang timbul dari eksekusi hukum pidana hudud pokok secara hukum tidak memberikan tuntutan diyat pada pemerintah peradilan.
- Pernyataan Ali menampilkan keteladanan rasa tanggung jawab besar penguasa yang bersedia menggelontorkan denda tebusan jika kebijakan ijtihadnya memakan korban tak sengaja.
