Sunan Abu Daud Hadits 4581 - Teguran Akibat Membakar Sarang Semut
Kisah Nabi yang Ditegur Allah Karena Membakar Semut
Sunan Abu Daud : 4581
Sunan Abu DaudNomor Hadis 4581
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَزَلَ نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ تَحْتَ شَجَرَةٍ فَلَدَغَتْهُ نَمْلَةٌ فَأَمَرَ بِجِهَازِهِ فَأُخْرِجَ مِنْ تَحْتِهَا ثُمَّ أَمَرَ بِهَا فَأُحْرِقَتْ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ فَهَلَّا نَمْلَةً وَاحِدَةً
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Ada seorang Nabi dari Nabi-Nabi Allah yang berteduh di bawah pohon, lalu ia digigit oleh seekor semut. Maka ia pun menyiapkan alat-alatnya (perapian) seraya mengeluarkan semut dari bawah lubangnya dan membakarnya. Lalu Allah berfirman kepadanya: "Apakah karena satu semut (lalu yang lain dibunuh semua)!"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tindakan balas dendam yang berlebihan atas sebuah gangguan kecil sangat tidak disukai oleh Allah.
- Jangan menyiksa makhluk hidup atau merusak tempat tinggal hewan akibat kesalahan satu ekor saja.
- Seorang pemimpin atau panutan umat harus bisa mengendalikan amarahnya di hadapan masalah sepele.
