Sunan Abu Daud Hadits 506 - Teguran Saat Posisi Imam Salah
Imam Makruh Shalat di Posisi yang Lebih Tinggi dari Makmum
Sunan Abu Daud : 506
Sunan Abu DaudNomor Hadis 506
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو خَالِدٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيِّ حَدَّثَنِي رَجُلٌ أَنَّهُ كَانَ مَعَ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ بِالْمَدَائِنِ فَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَتَقَدَّمَ عَمَّارٌ وَقَامَ عَلَى دُكَّانٍ يُصَلِّي وَالنَّاسُ أَسْفَلَ مِنْهُ فَتَقَدَّمَ حُذَيْفَةُ فَأَخَذَ عَلَى يَدَيْهِ فَاتَّبَعَهُ عَمَّارٌ حَتَّى أَنْزَلَهُ حُذَيْفَةُ فَلَمَّا فَرَغَ عَمَّارٌ مِنْ صَلَاتِهِ قَالَ لَهُ حُذَيْفَةُ أَلَمْ تَسْمَعْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَمَّ الرَّجُلُ الْقَوْمَ فَلَا يَقُمْ فِي مَكَانٍ أَرْفَعَ مِنْ مَقَامِهِمْ أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ قَالَ عَمَّارٌ لِذَلِكَ اتَّبَعْتُكَ حِينَ أَخَذْتَ عَلَى يَدَيَّ
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepada saya [Abu Khalid] dari Adi bin Tsabit Al Anshari telah menceritakan kepada saya Seorang laki-lakiBahwasanya dia pernah bersama 'Ammar bin Yasir sewaktu di Mada`in. Ketika dikumandangkan iqamah untuk shalat, 'Ammar maju untuk menjadi imam dan dia berdiri di atas sebuah tempat duduk panjang, lalu ia mengerjakan shalat sementara para makmum berada ditempat yang lebih rendah darinya. Maka Hudzaifah maju lalu menarik tangan 'Ammar dan 'Ammar pun mengikutinya hingga Hudzaifah membawanya turun. Setelah 'Ammar selesai mengerjakan shalatnya, Hudzaifah berkata kepadanya: Apakah kamu belum pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seseorang mengimami suatu kaum, maka janganlah dia berdiri di tempat yang lebih tinggi dari tempat mereka." Atau semisal ucapan tersebut. 'Ammar berkata: Karena itulah saya mengikutimu tatkala kamu menarik tanganku.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penegasan bahwa Rasulullah melarang imam untuk berada di tempat yang jauh lebih tinggi daripada jamaahnya.
- Menunjukkan akhlak mulia para sahabat yang sangat taat dan tidak gengsi menerima teguran dalam urusan agama.
- Keteraturan tempat dan barisan sangat diperhatikan dalam Islam untuk mencegah perasaan sombong di hati imam.
