Sunan Abu Daud Hadits 573 - Mengatur Shaf Berbekal Bantuan Alat Tongkat
Menggunakan Alat Bantu Kayu Untuk Mengarahkan Shaf
Sunan Abu Daud : 573
Sunan Abu DaudNomor Hadis 573
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ ثَابِتِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمِ بْنِ السَّائِبِ صَاحِبِ الْمَقْصُورَةِ قَالَ صَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ يَوْمًا فَقَالَ هَلْ تَدْرِي لِمَ صُنِعَ هَذَا الْعُودُ فَقُلْتُ لَا وَاللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ عَلَيْهِ فَيَقُولُ اسْتَوُوا وَعَدِّلُوا صُفُوفَكُمْ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ الْأَسْوَدِ حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ ثَابِتٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَنَسٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ أَخَذَهُ بِيَمِينِهِ ثُمَّ الْتَفَتَ فَقَالَ اعْتَدِلُوا سَوُّوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ أَخَذَهُ بِيَسَارِهِ فَقَالَ اعْتَدِلُوا سَوُّوا صُفُوفَكُمْ
Muhammad bin Muslim bin As Sa`ib Diriwayatkan dari:
Pada suatu hari saya pernah shalat di samping [Anas bin Malik], lalu dia berkata: Tahukah kamu apa yang dilakukan dengan kayu ini? Saya katakan: Tidak tahu, demi Allah. Dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memegangnya dan bersabda: "Luruskan dan tegakkan shaf-shaf kalian."Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami Humaid bin Al Aswad telah menceritakan kepada kami [Mush'ab bin Tsabit] dari [Muhammad bin Muslim] dari [Anas] dengan hadits ini, dia berkata:Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila bangkit untuk shalat, beliau mengambilnya dengan tangan kanannya, kemudian menoleh dan bersabda: "Tegaklah, luruskanlah shaf-shaf kalian." Lalu beliau mengambilnya dengan tangan kirinya dan bersabda: "Luruskanlah shaf-shaf kalian."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak ada halangan syariat untuk memanfaatkan alat bantuan seperti batang kayu guna memberikan panduan menata shaf.
- Seorang pemimpin jamaah berkewajiban melempar pandangannya hingga menjangkau seluruh sayap kanan dan kirinya.
- Sebuah pesan instruksi tata ruang boleh didengungkan berulang kali agar jamaah sungguh-sungguh sadar berbaris.
