Sunan Abu Daud Hadits 576 - Menjaga Keterhubungan Shaf Tanpa Terpotong Tiang
Menyelamatkan Keutuhan Shaf dari Potongan Tiang Masjid
Sunan Abu Daud : 576
Sunan Abu DaudNomor Hadis 576
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ هَانِئٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ مَحْمُودٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَدُفِعْنَا إِلَى السَّوَارِي فَتَقَدَّمْنَا وَتَأَخَّرْنَا فَقَالَ أَنَسٌ كُنَّا نَتَّقِي هَذَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abdul Hamid bin Mahmud Diriwayatkan dari:
Saya pernah shalat di belakang Anas bin Malik pada Hari Jum'at, kami didorong untuk tidak shalat di antara kedua tiang hingga ada di antara kami yang maju ke depan dan ada yang mundur ke belakang. Lalu Anas berkata: Kami pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu menghindari tempat (tiang) tersebut ketika shalat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diupayakan bergeser menjauhi pilar penghalang agar rupa bangunan di ruangan tersebut tak memutuskan rentang jamaah.
- Kebutuhan menautkan solidaritas keutuhan formasi shaf nilainya mengungguli sikap mempertahankan satu lahan kosong di dekat tiang.
- Berjalan pendek memperbaiki lokasi berdiri saat persinggahan tak merusak shalat, tetapi justru demi keteraturan totalitas barisan.
