Sunan Abu Daud Hadits 575 - Kemuliaan Bersikap Lembut Menata Bahu di Shaf
Toleransi Melonggarkan Bahu dan Ruang Saat Berjamaah
Sunan Abu Daud : 575
Sunan Abu DaudNomor Hadis 575
حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ يَحْيَى بْنِ ثَوْبَانَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمِّي عُمَارَةُ بْنُ ثَوْبَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ أَبُو دَاوُد جَعْفَرُ بْنُ يَحْيَى مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling berlaku lunak menyentuh bahu-bahu temannya (ketika meratakan shaf shalat).Abu Dawud berkata: Ja'far bin Yahya termasuk penduduk Makkah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keutamaan dimiliki pribadi yang mengedepankan kelonggaran dan tidak kaku bila kawan seiman membutuhkan tempat bernaung.
- Gelar umat pilihan sering jatuh pada pengaplikasi sopan santun saat saling bergesekan lengan meratakan jamaah.
- Kenyamanan psikis jamaah dalam shalat jauh lebih mendamaikan ketimbang bersitegang memperjuangkan lahan individu.
