Sunan Abu Daud Hadits 594 - Posisi Miring dari Sutrah
Adab Tata Letak Wajah Tidak Memusat Langsung Ke Benda Sutrah
Sunan Abu Daud : 594
Sunan Abu DaudNomor Hadis 594
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ الْوَلِيدُ بْنُ كَامِلٍ عَنْ الْمُهَلَّبِ بْنِ حُجْرٍ الْبَهْرَانِيِّ عَنْ ضُبَاعَةَ بِنْتِ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهَا قَالَ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِلَى عُودٍ وَلَا عَمُودٍ وَلَا شَجَرَةٍ إِلَّا جَعَلَهُ عَلَى حَاجِبِهِ الْأَيْمَنِ أَوْ الْأَيْسَرِ وَلَا يَصْمُدُ لَهُ صَمْدًا
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Khalid Ad-Dimasyqi] telah menceritakan kepada kami [Ali bin 'Ayyasy] telah menceritakan kepada kami Abu Ubaidah Al Walid bin Kamil dari Al Muhallab bin Hujr Al Bahrani dari Dluba'ah binti Al Miqdad bin Al Aswad dari [Ayahnya] dia berkata:"Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat menghadap kayu, tiang, dan tidak pula pohon, kecuali beliau menjadikannya di depan sebelah kanannya atau kirinya, dan beliau tidak menghadapnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sang nabi mengajarkan tidak menghadapkan muka lurus frontal secara utuh ke tengah tiang.
- Membiasakan penanda fisik sedikit miring letaknya berguna menghindari praduga keliru akan praktik menyembah berhala benda.
- Pohon tinggi nan rindang hingga penyangga beton tetap diakui valid kebolehannya dalam pemenuhan tuntutan sutrah.
