Sunan Abu Daud Hadits 8 - Menghormati Arah Kiblat
Arahan Mengubah Posisi Buang Hajat Demi Menghormati Kiblat
Sunan Abu Daud : 8
Sunan Abu DaudNomor Hadis 8
حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رِوَايَةً قَالَ إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا فَقَدِمْنَا الشَّامَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ قَدْ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ فَكُنَّا نَنْحَرِفُ عَنْهَا وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Abu Ayyub Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:"Apabila kalian mendatangi tempat buang hajat, maka janganlah kalian menghadap kiblat pada saat buang air besar dan buang air kecil, akan tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat." Lalu kami datang ke Syam, ternyata kami dapati tempat-tempat buang hajat telah dibangun menghadap kiblat, maka kami berpaling darinya dan memohon ampun kepada Allah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dilarang sengaja menghadap kiblat ketika sedang buang hajat.
- Dianjurkan mencari arah alternatif seperti timur atau barat agar tidak searah dengan kiblat.
- Membiasakan diri beristighfar apabila terpaksa atau tidak sengaja berada di posisi yang kurang tepat.
