Sunan Abu Daud Hadits 807 - Hadits Lemah Isyarat Shalat
Klarifikasi Hadits Lemah Tentang Batalnya Shalat Karena Isyarat
Sunan Abu Daud : 807
Sunan Abu DaudNomor Hadis 807
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ الْأَخْنَسِ عَنْ أَبِي غَطَفَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّسْبِيحُ لِلرِّجَالِ يَعْنِي فِي الصَّلَاةِ وَالتَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ مَنْ أَشَارَ فِي صَلَاتِهِ إِشَارَةً تُفْهَمُ عَنْهُ فَلْيَعُدْ لَهَا يَعْنِي الصَّلَاةَ قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا الْحَدِيثُ وَهْمٌ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Tasbih (mengucapkan Subhanallah) untuk kaum laki-laki, dan bertepuk tangan untuk kaum wanita, dan barangsiapa memberi isyarat dalam shalatnya sedangkan ia faham isyarat tersebut, hendaklah ia mengulanginya yakni shalat."Abu Daud mengatakan: "Hadits ini adalah hadits wahm (tidak jelas)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Riwayat yang menyebutkan bahwa memberi isyarat dapat membatalkan shalat dinilai sebagai hadits yang lemah atau keliru.
- Kita tidak perlu khawatir untuk memberikan isyarat ringan saat shalat jika situasinya benar-benar menuntut hal tersebut.
- Pentingnya ketelitian para ulama ahli hadits, seperti Abu Daud, dalam memberikan catatan kritis terhadap kualitas sebuah riwayat.
