Shahih Bukhari Hadits 1071 - Variasi Shalat Malam 7, 9, dan 11 Rakaat
Fleksibilitas Rakaat Shalat Malam Nabi SAW
Shahih Bukhari : 1071
Shahih BukhariNomor Hadis 1071
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ فَقَالَتْ سَبْعٌ وَتِسْعٌ وَإِحْدَى عَشْرَةَ سِوَى رَكْعَتِي الْفَجْرِ
Masruq Diriwayatkan dari:
Aku bertanya kepada 'Aisyah radliyallahu 'anha tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di waktu malam. Maka dia menjawab: "Tujuh atau sembilan atau sebelas raka'at selain dua raka'at sunnah Fajar."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam punya kelonggaran mengikuti variasi jumlah rakaat shalat malam Nabi, entah itu tujuh, sembilan, maupun sebelas rakaat.
- Pelaksanaan shalat malam wajib ditutup dengan bilangan rakaat ganjil sebagai bentuk ibadah witir.
- Shalat sunnah dua rakaat sebelum fajar punya hukum dan waktu yang berbeda serta tidak dihitung bersama ibadah malam.
