Shahih Bukhari Hadits 1080 - Shalat Malam Sambil Duduk di Usia Tua

Keringanan Bolehnya Mengawali Shalat Sunnah Sambil Duduk

Shahih BukhariNomor Hadis 1080

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ جَالِسًا حَتَّى إِذَا كَبِرَ قَرَأَ جَالِسًا فَإِذَا بَقِيَ عَلَيْهِ مِنْ السُّورَةِ ثَلَاثُونَ أَوْ أَرْبَعُونَ آيَةً قَامَ فَقَرَأَهُنَّ ثُمَّ رَكَعَ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Tidak pernah aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat dalam shalat malam dalam keadaan duduk kecuali ketika Beliau sudah berusia lanjut, ketika usia tua itu Beliau membaca dalam keadaan duduk. Namun bila surat yang dibacanya tinggal tersisa sekitar tiga puluh atau empat puluh ayat, maka Beliau berdiri dan melanjutkan bacaannya itu dengan berdiri. Kemudian Beliau ruku'.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Syariat Islam yang penuh kasih memperbolehkan umatnya yang menua atau tak bertenaga mendirikan shalat sunnah dengan cara duduk.
  • Rangkaian gerakan bertransisi di pertengahan satu rakaat dari posisi duduk ke posisi berdiri yang sah sebelum rukuk adalah diizinkan hukumnya.
  • Keterbatasan fisik bukanlah alasan utama seseorang melepaskan rutinitas kebiasaan menunaikan ibadah, sebab masih ada keringanan.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami