Shahih Bukhari Hadits 1093 - Keistimewaan Shalat Fajar
Jangan Sampai Ditinggalkan: Shalat Sunnah yang Paling Dijaga Oleh Nabi
Shahih Bukhari : 1093
Shahih BukhariNomor Hadis 1093
حَدَّثَنَا بَيَانُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Tidak ada shalat sunnah yang lebih Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tekuni dari pada dua raka'at Fajar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat sunnah dua rakaat sebelum Subuh memiliki keutamaan luar biasa besar dibandingkan sunnah lainnya.
- Status hukum shalat fajar ini adalah sunnah muakkadah, yakni sangat ditekankan dan dianjurkan.
- Umat Islam diharapkan meniru konsistensi Nabi dengan tidak pernah meremehkan shalat sunnah subuh.
- Mendahulukan ibadah sunnah yang bobot pahalanya paling besar di awal mula hari.
