Shahih Bukhari Hadits 1094 - Rakaat Shalat Nabi

Tata Cara Shalat Malam 13 Rakaat dan Ringannya Shalat Sunnah Fajar

Shahih BukhariNomor Hadis 1094

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِاللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً ثُمَّ يُصَلِّي إِذَا سَمِعَ النِّدَاءَ بِالصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam tiga belas raka'at kemudian bila sudah mendengar seruan adzan Shubuh Beliau mengerjakan dua raka'at shalat sunnah yang ringan.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Ketentuan bahwa formasi maksimal shalat malam (tahajud dan witir) Nabi yang biasa dikerjakan adalah 13 rakaat.
  • Shalat sunnah Fajar baru boleh dikerjakan tepat setelah masuk waktunya, ditandai dengan adzan subuh.
  • Sangat disunnahkan untuk meringankan dan mempercepat gerakan serta bacaan pada shalat qabliyah Subuh.
  • Pemisahan yang jelas antara waktu pelaksanaan shalat qiyamul lail dan shalat rawatib fajar.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami