Shahih Bukhari Hadits 1089 - Tata Cara Shalat Malam
Kesaksian Aisyah: Rutinitas Shalat Malam Belasan Rakaat ala Rasulullah
Shahih Bukhari : 1089
Shahih BukhariNomor Hadis 1089
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ هُوَ ابْنُ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ ثُمَّ صَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ وَرَكْعَتَيْنِ جَالِسًا وَرَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءَيْنِ وَلَمْ يَكُنْ يَدَعْهُمَا أَبَدًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa mengerjakan shalat 'Isya' kemudian shalat malam delapan raka'at dan dua raka'at dengan duduk dan dua raka'at antara dua adzan dan tidaklah Beliau pernah meninggalkannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dianjurkan untuk merutinkan shalat malam (tahajud dan witir) segera setelah waktu shalat Isya selesai.
- Diperbolehkan untuk melaksanakan sebagian shalat sunnah malam dengan cara duduk, sesuai kebiasaan Nabi.
- Pentingnya menjaga rutinitas ibadah, khususnya shalat dua rakaat qabliyah Subuh (sunnah fajar).
- Keteladanan dari Nabi yang tidak pernah meninggalkan shalat-shalat sunnah yang diutamakannya.
