Shahih Bukhari Hadits 1099 - Shalat Rawatib
Catat Baik-Baik: Inilah Rakaat Shalat Sunnah Rawatib yang Diajarkan Nabi
Shahih Bukhari : 1099
Shahih BukhariNomor Hadis 1099
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dua raka'at sebelum shalat Dhuhur, dua raka'at sesudah shalat Dhuhur, dua raka'at sesudah shalat Jum'at, dua raka'at sesudah shalat Maghrib dan dua raka'at sesudah shalat 'Isya'.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk tidak memutus kebiasaan melaksanakan shalat sunnah rawatib pengiring shalat wajib.
- Penetapan jumlah shalat rawatib muakkad yang dikerjakan Nabi dalam formasi riwayat ini adalah 10 rakaat sehari.
- Pelaksanaan sunnah rawatib mencakup posisi shalat sebelum (qabliyah) maupun setelah (ba'diyah) shalat wajib tertentu.
- Ibadah sunnah rawatib adalah cara ampuh untuk menutupi kelalaian atau ketidaksempurnaan pada shalat fardhu kita.
