Shahih Bukhari Hadits 1134 - Menangkap Setan Dalam Shalat
Kisah Nabi Mencekik Setan yang Berusaha Mengganggu Shalat Beliau
Shahih Bukhari : 1134
Shahih BukhariNomor Hadis 1134
حَدَّثَنَا مَحْمُودٌ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ صَلَّى صَلَاةً قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ عَرَضَ لِي فَشَدَّ عَلَيَّ لِيَقْطَعَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ فَذَعَتُّهُ وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أُوثِقَهُ إِلَى سَارِيَةٍ حَتَّى تُصْبِحُوا فَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ فَذَكَرْتُ قَوْلَ سُلَيْمَانَ عَلَيْهِ السَّلَام رَبِّ { هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي } فَرَدَّهُ اللَّهُ خَاسِيًا ثُمَّ قَالَ النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ فَذَعَتُّهُ بِالذَّالِ أَيْ خَنَقْتُهُ وَفَدَعَّتُّهُ مِنْ قَوْلِ اللَّهِ { يَوْمَ يُدَعُّونَ } أَيْ يُدْفَعُونَ وَالصَّوَابُ فَدَعَتُّهُ إِلَّا أَنَّهُ كَذَا قَالَ بِتَشْدِيدِ الْعَيْنِ وَالتَّاءِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud] telah mengabarkan kepada kami [Syababah] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Ziyad] dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanyaBeliau ketika selesai dari mengerjakan shalat berkata: "Sesungguhnya setan menghampiriku lalu menggangguku untuk memutus shalatku tapi Allah memenangkan aku atasnya dan aku berkehendak untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid sampai pagi hari sehingga kalian semuanya dapat melihatnya. Namun aku teringat ucapan Sulaiman Alaihis salam yang berdo'a:{Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku} (Shad: 35). Maka kemudian Allah mengusirnya".Kemudian An Nadlir bin Syumail berkata: fadza'attuhu dengan huruf dzal, artinya: mencekiknya seperti firman Allah Ta'ala (Ath Thur: 13) yang artinya digiring. Yang benar adalah fada'attuhu. Dengan ada tanda tasydid pada huruf 'ain dan ta.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Setan selalu berusaha sekuat tenaga untuk merusak kekhusyukan dan kelancaran ibadah seorang muslim.
- Nabi Muhammad diberi mukjizat luar biasa oleh Allah berupa kemampuan melihat dan melakukan kontak fisik dengan jin.
- Rasulullah memiliki sikap rendah hati yang tinggi karena beliau enggan menyamai atau melampaui doa Nabi Sulaiman terkait kekuasaan mengendalikan jin.
- Melakukan perlawanan atau mengusir gangguan yang sangat membahayakan di tengah shalat diperbolehkan.
