Shahih Bukhari Hadits 1382 - Definisi Miskin Sejati
Memahami Karakteristik Sejati Orang Miskin Menurut Pandangan Islam
Shahih Bukhari : 1382
Shahih BukhariNomor Hadis 1382
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِي تَرُدُّهُ الْأُكْلَةَ وَالْأُكْلَتَانِ وَلَكِنْ الْمِسْكِينُ الَّذِي لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِي أَوْ لَا يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda:"Bukanlah disebut miskin orang yang bisa diatasi dengan satu atau dua suap makanan. Akan tetapi yang disebut miskin adalah orang yang tidak memiliki kecukupan namun dia menahan diri (malu) atau orang yang tidak meminta-minta secara mendesak".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Gambaran umum tentang sosok orang miskin sejati sering kali tak terlihat karena kuatnya mereka menutupi penderitaan ekonomi.
- Sikap menahan lapar serta mengunci rapat mulut dari keluhan meminta-minta di tengah lilitan hutang adalah sifat luar biasa.
- Umat Islam dibebankan tugas moral untuk lebih peka secara sosial dalam mendeteksi dan membantu fakir miskin yang punya kehormatan.
