Shahih Bukhari Hadits 1397 - Memanfaatkan Kulit Hewan Bangkai
Hukum Memanfaatkan Kulit Bangkai Hewan dalam Islam
Shahih Bukhari : 1397
Shahih BukhariNomor Hadis 1397
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ وَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةً مَيِّتَةً أُعْطِيَتْهَا مَوْلَاةٌ لِمَيْمُونَةَ مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِجِلْدِهَا قَالُوا إِنَّهَا مَيْتَةٌ قَالَ إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendapatkan seekor kambing yang diberikan oleh seorang sahaya wanita Maimunah sebagai zakatnya dalam keadaan mati. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kenapa kalian tidak memanfaatkan kulitnya?" Orang-orang berkata: "Kambing itu sudah jadi bangkai". Beliau menjawab: "Yang diharamkan itu memakannya".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kulit hewan yang mati sebagai bangkai masih bisa diambil manfaatnya setelah dibersihkan atau disamak.
- Larangan tentang bangkai hanya dikhususkan pada larangan memakan daging dan bagian tubuhnya.
- Islam mengajarkan kita untuk tidak menyia-nyiakan barang yang masih memiliki nilai guna.
