Shahih Bukhari Hadits 1419 - Waktu Tepat Niat Haji dan Talbiyah
Waktu Tepat Membaca Niat dan Talbiyah Saat Ihram
Shahih Bukhari : 1419
Shahih BukhariNomor Hadis 1419
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ سَمِعَ عَطَاءً يُحَدِّثُ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ إِهْلَالَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ حِينَ اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ رَوَاهُ أَنَسٌ وَابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Sesungguhnya awal dimulainya hajji (dengan niat dan bertalbiyah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dimulai dari Dzul Hulaifah ketika tunggangannya itu sudah berdiri tegak.Hadits ini diriwayatkan oleh Anas dan Ibnu 'Abbas radliyallahu 'anhum.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mengawali ibadah haji dengan talbiyah dilakukan di titik batas yang disebut miqat, seperti Dzul Hulaifah.
- Membaca talbiyah dianjurkan saat kendaraan sudah dalam posisi siap untuk berjalan menuju Makkah.
- Para sahabat saling menguatkan riwayat untuk memastikan tata cara ibadah Nabi benar-benar terjaga.
