Shahih Bukhari Hadits 1462 - Mengubah Mitos Jahiliyah tentang Umrah
Rasulullah Menghapus Tradisi Sesat Jahiliyah Tentang Bulan Haji
Shahih Bukhari : 1462
Shahih BukhariNomor Hadis 1462
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانُوا يَرَوْنَ أَنَّ الْعُمْرَةَ فِي أَشْهُرِ الْحَجِّ مِنْ أَفْجَرِ الْفُجُورِ فِي الْأَرْضِ وَيَجْعَلُونَ الْمُحَرَّمَ صَفَرًا وَيَقُولُونَ إِذَا بَرَا الدَّبَرْ وَعَفَا الْأَثَرْ وَانْسَلَخَ صَفَرْ حَلَّتْ الْعُمْرَةُ لِمَنْ اعْتَمَرْ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ صَبِيحَةَ رَابِعَةٍ مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَجْعَلُوهَا عُمْرَةً فَتَعَاظَمَ ذَلِكَ عِنْدَهُمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْحِلِّ قَالَ حِلٌّ كُلُّهُ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Orang-orang (Kaum Jahiliyah) menganggap melaksanakan 'umrah pada bulan-bulan haji adalah kejahatan yang paling besar di muka bumi dan mereka menjadikan bulan haram adalah bulan Shafar dan mereka berkata: "Jika luka sudah sembuh (pada unta setelah melahirkan) dan sisa-sisa pelaksanaan haji sudah hilang dan bulan Shafar sudah berlalu maka baru dibolehkan 'umrah bagi mereka yang mau ber'umrah".Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya tiba di Makkah pada hari keempat bulan Dzul Hijjah, mereka bertalbiyyah untuk haji. Kemudian Beliau memerintahkan mereka agar menjadikannya sebagai niat 'umrah. Hal ini menjadi perkara yang besar bagi mereka sehingga mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apa saja yang halal (dibolehkan)?" Beliau menjawab: "Semuanya halal (boleh)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam datang bertujuan untuk membersihkan aturan adat yang mengada-ada dan tidak berdasar pada syariat Allah.
- Pelaksanaan ibadah umrah pada rentang bulan-bulan haji (Syawal, Dzulqa'dah, Dzulhijjah) adalah syariat ibadah yang sah dan baik.
- Pemimpin agama seringkali harus mengambil langkah dan contoh nyata secara langsung untuk bisa mengubah pemahaman keliru di tengah masyarakat.
