Shahih Bukhari Hadits 1513 - Aturan Thawaf Bagi Wanita Agar Tidak Berbaur dengan Pria
Menjaga Jarak dan Etika Wanita Saat Thawaf di Ka'bah
Shahih Bukhari : 1513
Shahih BukhariNomor Hadis 1513
و قَالَ لِي عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنَا قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ إِذْ مَنَعَ ابْنُ هِشَامٍ النِّسَاءَ الطَّوَافَ مَعَ الرِّجَالِ قَالَ كَيْفَ يَمْنَعُهُنَّ وَقَدْ طَافَ نِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ الرِّجَالِ قُلْتُ أَبَعْدَ الْحِجَابِ أَوْ قَبْلُ قَالَ إِي لَعَمْرِي لَقَدْ أَدْرَكْتُهُ بَعْدَ الْحِجَابِ قُلْتُ كَيْفَ يُخَالِطْنَ الرِّجَالَ قَالَ لَمْ يَكُنَّ يُخَالِطْنَ كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَطُوفُ حَجْرَةً مِنْ الرِّجَالِ لَا تُخَالِطُهُمْ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ انْطَلِقِي نَسْتَلِمْ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ انْطَلِقِي عَنْكِ وَأَبَتْ يَخْرُجْنَ مُتَنَكِّرَاتٍ بِاللَّيْلِ فَيَطُفْنَ مَعَ الرِّجَالِ وَلَكِنَّهُنَّ كُنَّ إِذَا دَخَلْنَ الْبَيْتَ قُمْنَ حَتَّى يَدْخُلْنَ وَأُخْرِجَ الرِّجَالُ وَكُنْتُ آتِي عَائِشَةَ أَنَا وَعُبَيْدُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهِيَ مُجَاوِرَةٌ فِي جَوْفِ ثَبِيرٍ قُلْتُ وَمَا حِجَابُهَا قَالَ هِيَ فِي قُبَّةٍ تُرْكِيَّةٍ لَهَا غِشَاءٌ وَمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَهَا غَيْرُ ذَلِكَ وَرَأَيْتُ عَلَيْهَا دِرْعًا مُوَرَّدًا
'Atha` Diriwayatkan dari:
Ketika Ibnu Hisyam melarang para wanita untuk thawaf bersama kaum lelaki, ia ('Atha') berkata: "Bagaimana kalian melarang mereka sedangkan para isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan thawaf bersama kaum lelaki?" Aku bertanya: "Apakah setelah turun ayat hijab atau sebelumnya?" Ia menjawab: "Benar, sungguh aku mendapatinya setelah turun ayat hijab."Aku berkata: "Bagaimana mereka berbaur dengan kaum lelaki?" Ia menjawab: "Mereka tidak berbaur dengan kaum lelaki, dan 'Aisyah radliyallahu 'anha thawaf dengan menyendiri dan tidak berbaur dengan kaum lelaki." Lalu ada seorang wanita berkata kepadanya: "Beranjaklah wahai Ummul Mukminin, mari kita mencium hajar aswad." 'Aisyah radliyallahu 'anha menjawab: "Engkau saja yang pergi." Sedangkan ia enggan untuk pergi.Dahulu kaum wanita keluar pada malam hari tanpa diketahui keberadaannya, lalu mereka thawaf bersama kaum lelaki. Namun mereka jika memasuki masjid, mereka berdiri hingga mereka masuk saat para lelaki telah keluar. Dan aku bersama 'Ubaid bin 'Umair pernah menemui 'Aisyah radliyallahu 'anha yang sedang berada disisi gunung Tsabir. Aku bertanya: "Hijabnya apa?" Ia menjawab: "Ia berada di dalam tenda kecil buatan Turki. Tenda itu memiliki penutup yang tipis dan tidak ada pembatas antara kami dan beliau selain tenda itu, dan aku melihat beliau mengenakan gamis bermotif mawar."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kaum wanita diperbolehkan melakukan thawaf bersama jamaah laki-laki asalkan menjaga jarak dan tidak saling berbaur.
- Menjaga kehormatan dan menghindari desak-desakan dengan lawan jenis lebih diutamakan daripada mencium Hajar Aswad.
- Mencari waktu yang lebih sepi, seperti malam hari, merupakan salah satu solusi agar wanita bisa beribadah thawaf dengan tenang.
